Langsung ke konten utama

Ada Apa Dengan SIM, Kenapa Jadi Sulit dan Mahal

Sulitnya mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), baik SIM-C untuk kenderaan roda dua dan SIM-A untuk kenderaan roda empat dan seterusnya saat ini menjadi persoalan tersendiri di Kota Medan. Tidak jelasnya transparansi dan akuntabilatas biaya administrasi pembutan SIM membuat rapot merah, carut-marut birokrasi di internal kepolisian khususnya di Satlantas Polrestabes Medan. Bayangkan betapa masyarakat tidak menjerit, untuk mendapatkan satu kartu atau surat legalitas dari Polisi yang di kenal dengan sebutan SIM itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Nah, selain biayanya yang mahal, prosesnya pun seolah-olah sulit dan jelimet karena urusannya selalu mutar-mutar sehingga tidak sedikitpun menunjukkan pelayanan prima sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh pemerintah yaitu penyeleggaraan birokrasi pemerintahan yang bersih (Good Cleen Governet).
Sangat disayangkan bila “Jargon tinggal jargon dan slogan tinggal slogan”, ketika igin berurusan dengan Satlantas misalnya, banyak ditemukan Spanduk ataupun brosur yang bertulisakan “Awas Calo, Jangan Mengurus SIM Melalui Calo” bahkan ada himbaun memalui pengeras suara yang di putar secara berulang-ulang agar masyarakat tidak membut SIM memalui jasa perantara atau calo, akan tetapi faktanya dilapangan jika masyarakat menggunakan jalur resmi seperti himbauan pada spanduk atau pengeras suara tersebut, maka dapat dipastikan bahwa SIM akan lama selesai. Intinya dalam hal pembuatn SIM saat ini tidak ada standar minimum pelayanan yang ada justru standar maksimum, artinya siapa yang mampu membayar lebih maka SIM yang bersangkutan kemudian yang akan lebih duluan selesai.
Belum lagi kalau bicara monopoli sertifikat yang juga merupakan salah satu syarat administrasi pengajuan pembuatan SIM, kalau surat kesehatan OK-lah cukup bayar 25 ribu saja, tapi kalau sertifikat, ini yang justru menambah problem baru dalam dunia pembuatn SIM. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, masyarakat harus mengurus pada pihak ketiga yang telah ditunjuk oleh Satlantas Polrestabes Medan yaitu Medan Safety Driver City (MSDC) sebuah lembaga sertifikasi yang sifatnya memonopoli dalam hal penerbitan sertifikat tersebut dan biaya sertifikat ini juga mahal. Jadi ibarat lagu waktu kita kecil dulu “di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang” gak ketemu lagi itu, sekarang yang ada “di sini sulit di situ sulit dimana-mana urusan jadi sulit”, begitulah potret buram pembuatan SIM saat ini.

Sudah menjadi harapan bagi masyarakat agar kiranya proses pembuatan SIM cepat dengan prinsip biaya murah dan cepat, mengapa karena bagi sebagian masyarakat SIM ini ibarat Cangkol bagi Petani. Petani yang hendak berkebun untuk menafkahi keluarganya minimal harus ada cangkul untuk menunjang aktivitas kerjanya, begitu juga dengan para supir yang menggantungkan nasib dan perekonomiannya lewat jalur mengemudi baik kenderaan roda dua atau empat, maka SIM akan menjadi senjata ampuh dalam menjalankan aktivitas untuk menafkahi keluarganya. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemuda Muhammadiyah Medan Gelar Dialog Interaktif

Dalam rangka meningkatkan sinergisitas dan pengawasan terhadap pembangunan di Kota Medan, Pemuda Muhammadiyah Medan menggelar kegiatan Dialog Interaktif dengan thema “Seputar Medan Rumah Kita”. Adapun sebagai narasumber pada kegitan tersebut adalah Ir. Akhyar Nasution, MM Wakil yang juga Wakil Walikota Medan. Sesuai rencana acara tersebut dilaksanakan selesai shalat Jum’at tepatnya tanggal 12 Januari 2018 bertempat di MPCoffe-2 jalan Alfalah Raya Medan. Kegiatan Dialog ini tentunya sangat positif sekali diadakan, selain sebagai sarana ruang berdiskusi juga merupakan rangkaian untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi secara langsung oleh warga masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan. Secara prinsip Pemuda Muhammadiyah Medan sangat mengapresiasi atas kesediaan Wakil Wakil Walikota Medan yang mau dan berkenan menjadi narasumber pada acara tersebut, karena dengan dibukanya ruang dialog secara langsung seperti ini, sehingga warga masyarakat pun dapat menyampaikan aspirasinya secara l...

SUMPAH PALSU

Lagu Tapsel-Madina Sumpah Palsu karya Eka Putra Zakran