Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

PDPM Medan Akan Hadiri Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya.

Medan, 25 Nop 2017. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota (PDPM) Medan akan hadiri Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah, hal itu disampaikan Eka Putra Zakran Ketua PDPM Medan didampingi sekretaris Datuk Imam Marzuki, MA di Depan Kantor PDM Jl. Mandala By Pass No. 40A Medan. Kehadiran PDPM Medan ke Palangkaraya adalah dalam rangka mendukung dan memeriahkan acara Tanwir II tersebut, karena Tanwir adalah musyawarah tertinggi di bawah Muktamar, tentu kegiatannya sangat positif sekali untuk diikuti, selain sebagai ajang silaturahim nasional juga sebagai sarana untuk mengambil sebuah keputisan strategis termasuk rekomendasi Pemuda Muhammadiyah di tingkat nasional. Oleh sebab itu, Medan sebagai salah satu Kota nomor tiga terbesar nasional tentu merasa bergembira untuk hadir ke palangkaraya. Kan, bangga juga kita delegasi  kota medan bisa hadir di acara Tanwir, biarpun bukan peserta tapi kita tetap ikut bergembira bersama kader pemuda seIndonesia....

Krisis Air Bersih dan Mahalnya Tarif Air PDAM Tirtanadi

Persoalan krisis air di Sumatra utara akibat kurang maksimalnya kinerja Dirut PDAM Tirtandi berimbas pada buruknya pelayanan dan kualitas air yang di terima oleh masyarakat pelanggan. Khusus di Kota Medan, krisis air dari tahun ke tahun terus saja berulang seolah macam ada pembiaran, mulai dari persoalan air macet, keruh, bau dan air mati. Bayangkan betapa kecewanya masyarakat melihat buruknya menajemen pelayanan air karena dari tahun ke tahun itu saja masalahnya. Padahal 80 persen lebih pelanggan PDAM Tirtanadi itu dalah warga Kota Medan. Sangat disayangkan, lambatnya proses penanganan kasus air macet dan mati di beberapa tempat membuat amarah pelanggan hingga sampai ke titik nadir. Bukan hanya kesal tapi juga membikin sebal, ketika hendak mandi air mati, hendak menyuci air mati bahkan yang lebih sakitnya lagi ketika hendak buang air besar (buang hajat) posisi air dalam bak kering, karena terus terang saja berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dilapanagn, sering kali air PDAM itu ...

Menggugat Buruknya Pelayanan PDAM Tirtanadi

Air adalah sumber kehidupan, tanpa air manusia takkan mampu untuk menjalani aktivitas kehidupannya, oleh karena itu sumber air dan cadangan air sejatinya harus tetap ada dan tersedia dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi dan menunjang semua aktivitas kehidupan masyarakat, mulai dari sekedar untuk minum, memasak, mandi, menyuci dan lain sebagainya. Artinya bahwa ketersedian dan kecukupan akan pasokan air bersih tidak dapat di tawar-tawar lagi. Jika melirik kebelakang pada aktivitas kehidupan masyarakat tradisional, misalnya di kampung-kampung atau Desa biasanya terdapat sumur sebagai sumber air utama yang notabene dapat difungsikan kegunaannya untuk bersama baik untuk kebutuhan memasak, mandi dan lain sebagainya. Sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika seorang warga membuat sumur, otomatis manfaatnya dapat digunakan oleh anggota masyarakat lainnya, bukan hanya bagi mereka yang berada dilingkungan tersebut akan tapi juga bagi masyarakat lain yang membutuhkan. Selain itu karena air adala...

Mencari Sosok Pengganti Dirut PDAM Tirtanadi

Carut marut persoalan air di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan hingga saat ini tampaknya tidak juga dapat segera teratasi secara baik dan benar, selain harga tarif air yang cukup tinggi alias “mahal”, kualitas pelayanan air juga masih saja buruk. Berdasarkan fakta-fakta empiris dilapangan bahwa banyak keluhan pelanggan, mulai dari persoalan air macet, bau, jorok, air bercampur tanah bahkan di tempat-tempat  tertentu air sering kali mati di rumah pelanggan. Banyak yang curiga bahkan bertanya-tanya mengapa persoalan buruknya kualitas pelayanan PDAM Tirtanadi tidak kunjung teratasi?, kemudian mengapa kinerja Dirut PDAM Tirtanadi saat ini lebih buruk dari sebelumnya?. Pertanyaan seperti ini wajar saja muncul dari masyarakat pelanggan ketika di saat yang sama selain harga tarif air mahal sementara kualitas pelayanan dan kualitas air yang sampai kerumah pelanggan justru buruk dan tidak memuaskan. Dalam perkembangan sejarah manajemen PDAM Tirtanadi satu dasawarsa ini tentu...

Kinerja Dirut PDAM Buruk, Gubsu Berhak Mengganti

Kinerja Dirut PDAM Buruk, Gubsu Berhak Mengganti. Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) nomor  188.44/732/KPTS/2016 tentang penyesuain Tarif Air PDAM Tirtanadi mengawali munculnya beragam reaksi dari masyarakat pelanggan air khususnya di Kota Medan, mulai dari sekedar cuap-cuap di media sosial, memposting gambar buruknya kualitas pelayanan air, diskusi publik hingga aksi turun ke jalan berulang-ulang seperti yang telah pernah dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Kota Medan. Penyesuain Tarif Air PDAM tersebut dianggap telah menambah beban hidup dan mencekik leher rakyat sebab yang terjadi bahwa “penyesuaian” adalah kenaikan harga. Kata “penyesuaian” sejatinya bukan saja berarti “naik” melainkan bisa juga “turun” tapi faktanya harga Tarif Air PDAM Tirtanadi memang naik dari biasanya. Sangat disayangkan kenaikan tarif tersebut, kebijakan itu jelas tidak populis karena tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan, justru faktanya kualitas air di Kota M...

Kinerja Dirut PDAM Buruk, Gubernur Berhak Mengganti.

Kinerja Dirut PDAM Buruk, Gubernur Berhak Mengganti. Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) nomor  188.44/732/KPTS/2016 tentang penyesuain Tarif Air PDAM Tirtanadi mengawali munculnya beragam reaksi dari masyarakat pelanggan air khususnya di Kota Medan, mulai dari sekedar cuap-cuap di media sosial, memposting gambar buruknya kualitas pelayanan air, diskusi publik hingga aksi turun ke jalan berulang-ulang seperti yang telah pernah dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Kota Medan. Penyesuain Tarif Air PDAM tersebut dianggap telah menambah beban hidup dan mencekik leher rakyat sebab yang terjadi bahwa “penyesuaian” adalah kenaikan harga. Kata “penyesuaian” sejatinya bukan saja berarti “naik” melainkan bisa juga “turun” tapi faktanya harga Tarif Air PDAM Tirtanadi memang naik dari biasanya. Sangat disayangkan kenaikan tarif tersebut, kebijakan itu jelas tidak populis karena tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan, justru faktanya kualitas air di Kot...

Empat Tuntutan Pemuda Muhammadiyah Medan Kepada PDAM Tirtanadi

Empat Tuntutan Pemuda Muhammadiyah Medan Kepada PDAM Tirtanadi Sikap arogansi Dirut PDAM Tirtanadi yang telah menaikkan tarif air minum dengan melanggar Perda dan Permendagri merupakan salah satu bentuk pelanggaran pelayanan publik. Sejatinya Gubsu dan PDAM Tirtanadi tidak mengeluarkan kebijakan sepihak yang merugikan hak-hak pelanggan dengan cara melanggar hukum. Bayangkan betapa pelanggan Air PDAM Tirtanadi saat ini merasa dirugikan akibat kenaikian tarif yang mana kenaikannya hampir 3 kali lipat dari biasanya. Contoh kasus seperti pada Pelanggan ID No.1111110101 an. Ibu Farida Hanum Jl. Ambai, biasanya tagihan perbulan 174ribu, tapi pada bulan September menjadi 446 ribu dan ID No.1106270044 An. Bpk M Yahya Nasution Jl. Sidodame, biasanya sebulan Rp6rb pada bulan Juli harus bayar Rp259ribu atau ID No.1110080106 an. Bpk Lumban Siantar Jl. Masjid Taufiq pada bulan Juli Rp390rb atau ID No.2017070060 an. Bpk Hardi Jl. Rakyat, biasanya Rp150rb sebulan sekarang Rp 262rb, sementara u...
Pelayanan Buruk, Dirut PDAM Ngapain Aja? Oleh: Eka putra Zakran, SH Dua pekan terakhir pelayana air PDAM Tirtanadi di Kota Medan buruk dan menjengkelkan, mengapa tidak? Bayangkan betapa masyarakat pelanggan sangat dirugikan akibat sulitnya untuk mendapatkan air bersih. Entah apa saja kerjaan Dirut dan Direksi PDAM Tirtanadi hingga permasalahan klasik ini tidak kunjung selesai, mulai dari persoalan air macet, bau, jorok, keruh hingga persoalan air yang tidak sampai kerumah pelanggan alias air mati. Masyarakat sangat resah dan merasa kesulitan jika tidak air, sebab jangankan untuk mandi atau nyuci untuk masakpun terpaksa beli air isi ulang. Kasus demi kasus selalu saja berulang, dari tahun ke tahun persoalan air di Sumatera Utara khusunya di Kota Medan tak kunjung selesai. Jangan bicara “untung rugi” karena PDAM adalah perusahan pelat merah milik Pemerintah Provinsi  Sumatera utara yang notabene adalah warisan yaitu asset peninggalan kolonial Belanda. Pendeknya “masa cuma ti...

Kualitas Air Buruk, Dirut PDAM Harus Mundur

Kualitas Air Buruk, Dirut PDAM Harus Mundur. Oleh: Eka Putra Zakran, SH Buruknya pelayanan Air PDAM Tirtanadi belakangan ini menambah carut-marut dan ragam persoalan yang  tak kunjung berkesudahan. Bayangkan betapa kecewanya masayarakat khususnya pelanggan air PDAM akibat buruknya  kualitas, kuantitas dan kontinuitas air. Acap kali air macet, air tidak mengalir kerumah pelanggan, air jorok dan bau bahkan air juga mati sehingga secara otomatis berdampak bagi aktivitas kehidupan masyarakat. Yang paling dominan merasakan dampak dari buruknya pelayanan dan kualitas air tentunya Warga Kota Medan karena hampir 80 persen pelanggan air PDAM itu berada di Kota Medan. Sangat disesalkan kenaikan Tarif Air PDAM Tirtandai yang telah dibelakukan sejak bulan Juni 2017 yang lalu, sementara kenaikan itu tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan dan kualitas air oleh manajemen PDAM Tirtanadi. Disamping itu, Dirut maupun Direksi harus bertanggung jawab atas mahal dan buruknya kualita...