Pelayanan Buruk, Dirut PDAM Ngapain Aja?
Oleh: Eka putra Zakran, SH
Dua pekan terakhir pelayana air
PDAM Tirtanadi di Kota Medan buruk dan menjengkelkan, mengapa tidak? Bayangkan
betapa masyarakat pelanggan sangat dirugikan akibat sulitnya untuk mendapatkan
air bersih. Entah apa saja kerjaan Dirut dan Direksi PDAM Tirtanadi hingga
permasalahan klasik ini tidak kunjung selesai, mulai dari persoalan air macet,
bau, jorok, keruh hingga persoalan air yang tidak sampai kerumah pelanggan
alias air mati. Masyarakat sangat resah dan merasa kesulitan jika tidak air,
sebab jangankan untuk mandi atau nyuci untuk masakpun terpaksa beli air isi
ulang.
Kasus demi kasus selalu saja
berulang, dari tahun ke tahun persoalan air di Sumatera Utara khusunya di Kota
Medan tak kunjung selesai. Jangan bicara “untung rugi” karena PDAM adalah
perusahan pelat merah milik Pemerintah Provinsi Sumatera utara yang notabene adalah warisan
yaitu asset peninggalan kolonial Belanda. Pendeknya “masa cuma tinggal memelihara
saja mereka tidak mampu? jika alasannya karena rugi lalu dikucurkan dana dari
Pemprovsu, ya anak kecilpun tau”.
Sebagai warga masyarakat
khususnya pelanggan air, siapa yang tidak mencak-mencak jika pelayanan air selalu
buruk dan harganya mahal. Boleh mahal tapi kualitas, kuantitas dan kontinuitas
air itu harus bagus dan berkualitas. Jangan seperti keadaan sekarang sudahlah
harganya mahal, kualitasnyapun buruk, itu artinya sama saja dengan mencekik
leher rakyat. Tidak semua orang mampu untuk membayar tarif air yang mahal dan
tidak semua orang mampu untuk membeli mesin Daft, jangankan untuk membeli mesin,
untuk makan sajapun masih banyak yang dapat pagi habis sore.
Oleh karena itu, sudah
sepantasnyalah baik Dirut maupun Direksi PDAM Tirtanadi itu mundur dari jabatannya.
Memang begitulah resiko jabatan, jika tak becus mengurus air ya mundur. Tau malu
dong, belajar juga kenegeri Jepang atau Belanda yang tingkat budaya
masyarakatnya tinggi, disana kalau tak becus memimpin ya mundur. Untuk apa
mereka terus menjabat jika tak mapu menyelesaikan masalah air di Sumut. Jangan
cuma bisa makan gaji buta lalu rakyat yang dikorbankan.

Komentar
Posting Komentar