Langsung ke konten utama

Pemuda Muhammadiyah Medan Gelar Dialog Interaktif

Dalam rangka meningkatkan sinergisitas dan pengawasan terhadap pembangunan di Kota Medan, Pemuda Muhammadiyah Medan menggelar kegiatan Dialog Interaktif dengan thema “Seputar Medan Rumah Kita”. Adapun sebagai narasumber pada kegitan tersebut adalah Ir. Akhyar Nasution, MM Wakil yang juga Wakil Walikota Medan.
Sesuai rencana acara tersebut dilaksanakan selesai shalat Jum’at tepatnya tanggal 12 Januari 2018 bertempat di MPCoffe-2 jalan Alfalah Raya Medan. Kegiatan Dialog ini tentunya sangat positif sekali diadakan, selain sebagai sarana ruang berdiskusi juga merupakan rangkaian untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi secara langsung oleh warga masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan.
Secara prinsip Pemuda Muhammadiyah Medan sangat mengapresiasi atas kesediaan Wakil Wakil Walikota Medan yang mau dan berkenan menjadi narasumber pada acara tersebut, karena dengan dibukanya ruang dialog secara langsung seperti ini, sehingga warga masyarakat pun dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kususnya mengenai percepatan pembangunan yang belum tuntas di seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan.
Sebaliknya juga demikian, Pemko Medan dalam hal ini dapat menjelaskan secara langsung mengenai langka-langkah strategis apa saja yang sudah dilakukan untuk mempercepat pembangaun dan upaya-uapaya apa dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada termasuk kendala atau hambatan yang dihadapi oleh Pemko Medan selama ini, sehingga tidak ada lagi saling menyalahkan dan lain sebagainya.
Harapannya dengan digelarnya acara Dialog Interaktif ini, kedepan tidak ada lagi kesenjangan anatara kecamatn yang satu dengan kecamatan yang lain dan pembangunan inprastruktur seperti Jalan, Jembatan, Taman Kota dan Lampu Jalan semakin tertata dan terepelihara, sehingga Medan Rumah Kita bukan hanya sebatas selogan tapi benar-benar dapat dirasakan ke asrian dan kenyamanannya oloh masyarakat. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUMPAH PALSU

Lagu Tapsel-Madina Sumpah Palsu karya Eka Putra Zakran

Ada Apa Dengan SIM, Kenapa Jadi Sulit dan Mahal

Sulitnya mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), baik SIM-C untuk kenderaan roda dua dan SIM-A untuk kenderaan roda empat dan seterusnya saat ini menjadi persoalan tersendiri di Kota Medan. Tidak jelasnya transparansi dan akuntabilatas biaya administrasi pembutan SIM membuat rapot merah, carut-marut birokrasi di internal kepolisian khususnya di Satlantas Polrestabes Medan. Bayangkan betapa masyarakat tidak menjerit, untuk mendapatkan satu kartu atau surat legalitas dari Polisi yang di kenal dengan sebutan SIM itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Nah, selain biayanya yang mahal, prosesnya pun seolah-olah sulit dan jelimet karena urusannya selalu mutar-mutar sehingga tidak sedikitpun menunjukkan pelayanan prima sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh pemerintah yaitu penyeleggaraan birokrasi pemerintahan yang bersih (Good Cleen Governet). Sangat disayangkan bila “Jargon tinggal jargon dan slogan tinggal slogan”, ketika igin berurusan dengan Satlantas misaln...