Eksistensi Pemuda Muhammadiyah Sebagai Ortom dan OKP
Oleh: Eka Putra Zakran
“…Berikan kepadaku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncang dunia
(Ir. Soekarno)”.
Informasi
menarik dalam kurun waktu sepekan terakhir adalah terkait tentang wacana
pembubaran Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Medan. Wacana ini mencuat pasca
bentroknya dua OKP besar antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya
(IPK) khususnya di Kota Medan. Bentrokan tersebut terjadi tepatnya di
halaman kantor Majlis Pimpinan Wilayah
(MPW) PP Sumut Jalan Thamrin Medan dan berujung pada jatuhnya korban hingga
beberapa nyawa melayang. Disamping itu, selama ini memang ada stigma negatif
terhadap eksistensi OKP karena dianggap sering terlihat gaduh, pungli, arogan
dan muaranya pada tindakan premanisme, yang mana intinya meresahkan dan
mengganggu ketertiban umum.
Stigma atau asumsi negatif tersebut tentu tidak
selamanya benar, sebab pada dasarnya mereka yang bergabung atau bernaung di OKP
notabene adalah para pemuda, tunas bangsa dan cikal bakal calon pemimpin masa
depan. Bahkan, lebih dari itu mereka juga tentu ada yang unggul, ada yang biasa
tapi juga tidak menutup kemungkinan mereka itu berkualitas secara konsep dan
pemikiran untuk membangun karakter bangsa di negeri ini. Dengan demikian,
dampaknya secara psikologis tentu bagi OKP yang berazas dan berbasiskan Islam.
Sebut saja misalnya terhadap Pemuda Muhammadiyah dan lain sebagainya. Oleh sebab
itu, melihatnya tentu tidak boleh secara parsial (sempit atau
sepotong-sepotong), melainkan justru harus gradual (luas dan secara totalitas)
agar tidak merusak pada maksud dan tujuan di dirikannya instumen OKP di republic
ini.
Seperti kata pepatah “jangan karena air setitik,
rusak susu sebelanga”. Bila dilihat secara substansial, seluruh OKP di negeri
ini bermaksud positif untuk membangun karakter anggotanya agar menjadi lebih
baik dan berdaya guna. Jika pun ada OKP yang sesat atau menyimpang, maka hal tersebut
sangat jelas telah sudah keluar dari konteks kebebasan berkumpul, bersyarikat
dan mengeluarkan pendapat sebagaimana yang telah di amanatkan oleh UUD 1945.
Tak dapat dipungkiri, bahwa memang di setiap OKP selalu saja ada oknum, anggota
atau pimpinan tertentu yang menyalahgunakan kekuasaannya (abuse of power) untuk mencari keuntungan atau kepentingan pribadi,
bahkan lebih ironisnya mereka menggrogoti organisasi tersebut kepada arah yang
menyimpang sehingga secara perlahan organisasi tersebut telah rusak serta binasa.
Oleh karenanya, bagi penggiat organisasi kepemudaan, khususnya Pemuda Muhammdiyah
tentu saja pembubaran bukan solusi dan bukan sebagai pilihan terbaik. Akan
tetapi, dengan suatu wadah organisasi itu segala tujuan akan dapat mudah tercapai.
Eksistensi Pemuda Muhammadiyah sebagai Ortom
Jika dilihat dari aspek historisnya,
jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya pada tanggal 5 Mei 1932 atau bersamaan
pula dengan 26 Dzulhijjah 1450, Pemuda Muhammdiyah didirikan sebagai langkah
strategis yang dengan maksud dan tujuan menghimpun dan membina pemuda Islam
untuk beramar ma’ruf nahi mungkar berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sementara dalam ruang lingkup usahanya dititik beratkan pada 3 (tiga) bidang
yaitu; (1) Gerakan Dakwah sosial dan kemasyarakatan; (2) Gerakan Keilmuan; dan
(3) Kewirausahaan.
Pemuda Muhammadiyah sebagai
Organisai Otonom (Ortom) di Muhammadiyah, memiliki peran dan fungsi startegis sebagai,
Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai bidang.
Oleh sebab itu, Pemuda Muhammadiyah dalam aspek gerakannya diharapkan dapat
mentauladani pribadi Nabi Muhammad Rasulullah saw. Dalam aplikasi gerakannya, Pemuda
Muhammadiyah tentu harus dinamis, kreatif dan innovatif agar maksud dan tujuan tersebut dapat dilaksanakan.
Selain itu, setiap kader harus menunjukkan dedikasi dan integritas moral yang
tinggi, berakhlaqul karimah (akhlaq terpuji) antara lain; jujur dalam sikap dan
perbuatan, cerdas dalam konsep dan pemikiran, terdepan dalam menyampaikan
informasi dan dapat dipercaya dalam memegang teguh janji yang telah diikrarkan.
Maka, sangat pantas jika KH. Ahmad Dahlan pernah berpesan “Jadilah kalian
Dokter, jadilah kalian Insinyur dan jadilah kalian Guru”, ternyata hal ini
merupakan pengejawantahan dari peran dan fungsi strategis Pemuda Muhammadiyah
sebagai ortom.
Eksistensi Pemuda Muhammadiyah sebagai OKP
Berdasarkan ketentuannya, bahwa pemuda
adalah mereka yang berumur 18-40 tahun. Tidak diragukan lagi, peran besar
Pemuda Muhammadiyah di Kancah lokal maupun nasional. Betapa tidak, seperti
dikemukakan di atas bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka Pemuda Muhammadiyah
telah eksis menjadi intrumen OKP dan telah berhasil menghimpun dan membina para
Pemuda Islam di tanah air. Sehingga, tidak asing rasanya bila banyak kader
Pemuda Muhammadiyah yang telah sukses dan berhasil baik dilingkungan legislatif,
eksekutif dan yudikatif. Disamping itu, kader-kader terbaik Pemuda Muhammadiyah
banyak yang sukses menjadi pimpinan Partai Politik, baik ditingkat daerah
maupun tingkat pusat.
Dalam bidang da’wah sosial dan kemasyarakatan,
banyak Dai Pemuda Muhammadiyah yang berkiprah ditengah-tengah kehidupan
masyarakat. Selain bertugas memberi pencerahan, juga telah berhasil membimbing
umat agar tetap istiqomah dalam sikap dan perbuatan, utamanya mengenai mana
yang haq dan mana yang bathil. Dalam
bidang keilmuan, Pemuda Muhammadiyah telah banyak mendorong para pemudanya
untuk menggapai sebuah pendidikan segala tingkatan, baik S1, S2 dan tidak
jarang juga kader Pemuda Muhammadiyah berlatar belakang pendidikan Doktor atau
S3.
Dalam bidang kewirausahaan, Pemuda
Muhammadiyah telah banyak memberikan pelatihan dan bimbingan tekhnis
berwirausaha kepada anggotanya. Sebab, harus disadari bahwa para pemuda
sesungguhnya tidak lagi diarahkan pada kegiatan mencari kerja, tapi justru
harus memulai usaha sendiri, terlebih dalam hal menjawab tantangan
diberlakukannya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemuda kedepan diharapkan
merubah mindset dari kebiasaan
mencari pekerjaan menjadi berwirausaha (entrepreunership).
Penulis adalah Ketua PDPM Kota Medan
Alumni FH
UMSU Stambuk 2003
ditulis pada 11/02/2016
Komentar
Posting Komentar