Langsung ke konten utama

Putusan Hakim PTUN Medan, Mengecewakan

Putusan hakim PTUN Medan terkait gugatan SK Gubsu (No.89/G/2017/PTUN-Medan) sangat mengecewakan. Sejatinya fungsi Hakim di pengadilan bukan hanya sekedar menjadi corong Undang-Undang melainkan juga harus mempertimbangkan aspek hukum yang berkembang di tengah-tengah masyarakat (hukum progresif) selain itu, hakim juga juga diharapkan dapat melihat fakta-fakta yang terungkap secara jernih di ruang persidangan.
Bayangkan betapa kecewanya pelanggan PDAM Tirtanadi yang telah dirugikan akibat besarnya biaya kenaikan tarif air, sementara kualiatas layanan masih buruk dan tidak memuaskan. Padahal untuk peningkatan kualitas layanan, Pemprovsu telah menggelontarkan dana penyertaan modal sebesar 370 Milyar (300M tahun 2012 dan 70M tahun 2016) angka yang cukup pantastis bukan?.
Idealnya tahun 2017 ini harga Tarif Air tidak lagi naik sebab tahun 2013 tarif air sudah pernah naik dengan alsan untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan, namun faktanya semua itu hanya "bulsit' alias life servis semata. Nah, jika tahun ini alasannya untuk meningkatkan pelayanan juga sehingga tarif air harus naik lagi, tetapi betul-betul lah di kaji angka kenaikannyan itu secara baik dan benar jangan pula suka-suka sehingga menambah beban masalah baru bagi masyarakat pelanggan air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemuda Muhammadiyah Medan Gelar Dialog Interaktif

Dalam rangka meningkatkan sinergisitas dan pengawasan terhadap pembangunan di Kota Medan, Pemuda Muhammadiyah Medan menggelar kegiatan Dialog Interaktif dengan thema “Seputar Medan Rumah Kita”. Adapun sebagai narasumber pada kegitan tersebut adalah Ir. Akhyar Nasution, MM Wakil yang juga Wakil Walikota Medan. Sesuai rencana acara tersebut dilaksanakan selesai shalat Jum’at tepatnya tanggal 12 Januari 2018 bertempat di MPCoffe-2 jalan Alfalah Raya Medan. Kegiatan Dialog ini tentunya sangat positif sekali diadakan, selain sebagai sarana ruang berdiskusi juga merupakan rangkaian untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi secara langsung oleh warga masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan. Secara prinsip Pemuda Muhammadiyah Medan sangat mengapresiasi atas kesediaan Wakil Wakil Walikota Medan yang mau dan berkenan menjadi narasumber pada acara tersebut, karena dengan dibukanya ruang dialog secara langsung seperti ini, sehingga warga masyarakat pun dapat menyampaikan aspirasinya secara l...

SUMPAH PALSU

Lagu Tapsel-Madina Sumpah Palsu karya Eka Putra Zakran

Ada Apa Dengan SIM, Kenapa Jadi Sulit dan Mahal

Sulitnya mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM), baik SIM-C untuk kenderaan roda dua dan SIM-A untuk kenderaan roda empat dan seterusnya saat ini menjadi persoalan tersendiri di Kota Medan. Tidak jelasnya transparansi dan akuntabilatas biaya administrasi pembutan SIM membuat rapot merah, carut-marut birokrasi di internal kepolisian khususnya di Satlantas Polrestabes Medan. Bayangkan betapa masyarakat tidak menjerit, untuk mendapatkan satu kartu atau surat legalitas dari Polisi yang di kenal dengan sebutan SIM itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Nah, selain biayanya yang mahal, prosesnya pun seolah-olah sulit dan jelimet karena urusannya selalu mutar-mutar sehingga tidak sedikitpun menunjukkan pelayanan prima sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh pemerintah yaitu penyeleggaraan birokrasi pemerintahan yang bersih (Good Cleen Governet). Sangat disayangkan bila “Jargon tinggal jargon dan slogan tinggal slogan”, ketika igin berurusan dengan Satlantas misaln...