Pemuda Muhammadiyah Kota Medan serukan agar perayaan
pergantian tahun baru 2018 tidak diperingati dengan euvoria yang berlebihan seperti
aksi konvoi di jalan, bakar Mercon, kembang api dan meniup terompet dan lain sebaginya sebab,
budaya tersebut bukanlah tradisi yang diajarkan oleh agama Islam, selain itu secara
ekonomis kegitan seperti itu termasuk perbuatan Mubazir (mubazir itu
perbuatan setan) artinya hanya menghambur-hamburkan uang saja di luar itu
secara tertib bermasyarakat aktivitas bakar mercon juga sangat mengganggu
kenyaman bersama.
“Ada yang salah pada tradisi masyarakat kita selama ini dalam
hal merayakan pergantian tahun baru, sejatinya pergantian tahun baru tidak di
maknai dengan evoria Kembang Api, Mercon atau Terompet semata tapi justru harus dimaknai
dengan perubahan prilaku dan gaya hidup masyarakat dari yang buruk kepada yang
lebih baik, karena dalam Islam tidak dikenal perayaan semacam itu”.
Alangkah indahnya jika perayaan pergantian tahun baru di isi
dengan kegiatan-kegiatan yang jauh lebih positif misalnya: Silaturahim,
berkumpul dengan sanak family dan keluarga di rumah, menghadiri Tablihg Akbar
dan/atau membuat kegiatan Mabit (malam ibadah) sebagai refleksi akhir tahun. Kegiatan
seperti ini tentu jauh lebih positif dari pada sekedar merayakan pergantian
tahun lewat aksi menyalakan kembang api, mercon dan terompet hingga konvoi dijalanan.
Pendeknya kegiatan pergantian tahun baru tak usah dirayakan
dengan kegiatan yang macam-macamlah, cukuplah kegiatan yang bernilai positif
saja sehingga tidak ada yang dirugikan dan tercipta kenyaman bersama. Jangan pula
merayakan pergantian tahun baru yang sejatinya sebagai refleksi perubahan diri
dari “prilaku buruk agar menjadi baik” justru di isi dengan perbutan menyimpang
seperti aksi minu-minuman keras, narkoba dan pesta sex bebas tentu ini sangat naïf
sekali. Semoga!!!

Komentar
Posting Komentar